Friday, June 29, 2007

tugas

SILABUS

Nama Sekolah : SMAN 1 MERUMPUN

Mata Pelajaran : Sains Fisika

Kelas/Semester : X/I (Satu)

Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya

Kompetensi Dasar

Materi Pokok&Uraian Materi

Pengalaman Belajar

Indikator

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber/bahan/alat

KKM

Jenis Tagihan

Bentuk Tagihan

Contoh Instrumen

1.1. Mengukur Besaran fisika (massa, panjang, dan waktu

· Besaran dan Satuan

A. Pengukuran

1. Panjang

2. Massa

3. Waktu

B. Alat Ukur

1. Mistar

2. Jangka sorong

3. Mikrometer sekrup

4. Neraca pasar

5. Stopwatch

1. Melakukan pengukuran panjang dengan berbagai alat yang dimiliki siswa (pensil,ballpoint,penghapus,buku,penggaris,jengkal tangan)

2. mengangkat benda-benda(pencil,buku,tas,kursi,dan meja)secara bergantian serta membandingkan berat masing-masing benda

3. mengamati perjalanan matahari

4. membuat laporan kegiatan pengukuran,mengangkat benda, dan pengamatan

5. menemukan konsep pengukuran,besaran dan satuan

6. menggunakan alat ukur(mistar,jangka sorong,micrometer sekrup,neraca pasar,dan stopwatch)untuk mengukur besaran fisika(panjang,massa,waktu)secara bergantian

7. melakukan diskusi kelompok untuk mengolah hasil pengukuran dengan mempertimbangkan kesalahan relative pengukuran

8. membuat laporan penggunaan alat ukur dan hasil diskusi kelompok

1. Membangun konsep pengukuran,besaran,dan satuan

2. menggunakan alat ukur (mistar,jangka sorong,micrometer sekrup,neraca pasar,dan stopwatch) untuk mengukur besaran fisika

3. mengukur besaran fisika (panjang,massa,dan waktu)dengan mempertimbangkan ketelitian dan ketepatan

· penugasan

· laporan

· Buatlah laporan hasil pengukuran panjang,mengangkat benda,dan pengamatan perjalanan matahari?

2Px2JP

Sumber:buku paket

Bahn:LKS

Alat:pensil,ballpoint,penghapus,buku,penggaris,tas,kursi,meja,mistar,jangka sorong,micrometer sekrup,neraca pasar,dan stopwatch

60

1.2. Melakukan Penjumlahan vektor

· Vektor dan Satuan

A. Perbedaan Vektor dan Skalar

B. Penjumlahan Vektor secara Grafik dan analisis

1. memindahkan buku dari tempat A ke tempat B dengan lintasan yang berbeda-beda

2. menemukan perbedaan vector dan scalar

3. menggambar sebuah vector dan resultan vector

4. menghitung besar dan arah resultan vector secara grafis dan analisis

5. menerapkan operasi vector dalam pemecahan masalah

1. menemukan perbedaan vector dan scalar

2. menjumlahkan dua vector atau lebih secara grafis dan analisis

3. menerapkan operasi vector dalam pemecahan masalah

· Tes

· Tes Lisan

· Apa perbedaan an antara vector dengan scalar?

2Px2JP

Sumber:buku paket

Bahan:LKS,milimeterblok,penggaris,dan busur derajat

60

KETERANGAN

NO

KKM

TOTAL

I

II

III

1.1

70

55

55

60

1.2

70

60

50

60

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMAN 1 MERUMPUN

Mata Pelajaran : Sains Fisika

Kelas/Semester : X/I (Satu)

Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya

Kompetensi Dasar : 1.1. Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu)

Materi Pokok : Besaran dan Satuan

Indikator : Membangun konsep pengukuran, besaran, dan satuan

Pertemuan Ke : 1 (satu)

Uraian materi

Pengalaman Belajar

Strategi Pembelajaran

Kompetensi yang akan dicapai

Tempat Pembelajaran

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

· Pengukuran

1. Panjang

2. Waktu

3. Massa

1. Melakukan pengukuran panjang dengan berbagai alat yang dimiliki siswa (pensil,ballpoint,penghapus,buku,penggaris,jengkal tangan)

2. mengangkat benda-benda(pencil,buku,tas,kursi,dan meja)secara bergantian serta membandingkan berat masing-masing benda

3. mengamati perjalanan matahari

4. membuat laporan kegiatan pengukuran,mengangkat benda, dan pengamatan

5. menemukan konsep pengukuran,besaran dan satuan

· guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa

· guru mengenalkan materi pembelajaran

· guru meminta semua siswa untuk melakukan pengukuran panjang meja masing-masing dengan menggunakan pensil,ballpoint,penghapus,buku,penggaris,dan jengkal tangan

· guru meminta siswa mengangkat dan membandingkan berat pensil,buku,tas,kursi dan meja secara bergantian

· guru meminta siswa untuk membuat laporan kegiatan tersebut

· guru bertanya berapakah panjang meja yang kalian ukur?

· guru meluruskan jawaban siswa

· guru meminta salah satu siswa untuk mempresentasikan hasil laporan kegiatannya dan yang lainnya menanggapi

· guru mengarahkan siswa untuk menemukan konsep pengukuran,besaran,dan satuan

· guru menyimpulkan materi pembelajaran

· guru meminta siswa untuk mengumpulkan hasil laporan kegiatannya

· guru menugaskan siswa untuk melakukan pengamatan dirumahnya masing-masing tentang perjalanan matahari

· guru menutup pembelajaran dengan membaca doa dan mengucapkan salam

· siswa menjawab salam dan ikut berdoa bersama guru

· siswa memperhatikan intruksi guru

· siswa melakukan pengukuran panjang meja dengan menggunakan pensil,ballpoint,penghapus,buku,penggaris, dan jengkal tangan

· siswa mengangkat dan membandingkan berat pensil,buku,tas,kursi,dan meja secara bergantian

· siswa membuat laporan kegiatan tersebut

· siswa menjawab pertanyaan guru dengan jawaban yang berbeda-beda

· siswa memperhatikan pelurusan jawaban guru

· salah satu siswa mempresentasikan laporan kegiatannya dan siswa yang lainnya menanggapi

· siswa menemukan konsep pengukuran,besaran, dan satuan

· siswa memperhatikan guru

· siswa mengumpulkan laporan hasil kegiatannya

· siswa mencatat tugas yang diberikan oleh guru

· siswa berdoa bersama guru dan menjawab salam

Siswa mampu melakukan pengukuran dengan menggunakan alat seadanya

Ruang Kelas

Monday, April 30, 2007

pembelajaran fisika

Pembelajaran Fisika Belum Optimal
Sebagian besar guru mata pelajaran fisika di Indonesia miskin kreativitas, wawasan, pengetahuan, serta tidak progresif. Selain itu, hasil penelitian pendidikan dalam proses pembelajaran belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas calon guru fisika.
"Semua itu pada akhirnya akan menyebabkan proses pembelajaran fisika di sekolah menjadi kering dan hampa serta tidak bermakna," kata Prof Dr Mundilarto pada pidato pengukuhan Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), akhir pekan lalu, di Yogyakarta. Akibatnya, menurut dia, fisika yang sebenarnya mudah dipelajari berubah menjadi mata pelajaran yang sulit dipahami dan tidak disenangi sebagian besar siswa. Itu, sambungnya, bisa terjadi karena guru tidak menggunakan pendekatan atau strategi pembelajaran yang tepat.
"Secara umum, rendahnya rata-rata perolehan nilai pada mata pelajaran fisika mengindikasikan proses pembelajarannya belum dapat berlangsung sebagaimana mestinya," ujar Mundilarto. Kondisi itu antara lain disebabkan konsep fisika selama ini lebih sering disampaikan guru kepada siswa sebagai fakta, bukan sebagai peristiwa atau gejala alam yang harus diamati, diukur, dan didiskusikan. Ia mengatakan, sebagai mata pelajaran, fisika sebenarnya dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa baik aspek kognitif, psikomotorik, maupun afektif.
"Karena itu, fisika sebaiknya dipelajari dengan cara tersebut (sebagai peristiwa atau gejala alam) sehingga memungkinkan untuk dapat digunakan dalam pemecahan masalah nyata yang dijumpai siswa sehari-hari," katanya. Terkait pemberlakuan Kurikulum 2004 untuk tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA serta kebijakan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) secara bertahap, ia berharap pembelajaran fisika di sekolah diharapkan mampu lebih memberdayakan potensi siswa melalui proses kreatif, variatif, inovatif, dan kondusif. Kebijakan itu, ia bilang, merupakan bagian dari kebijakan tentang reformasi dan desentralisasi bidang pendidikan.
"Daerah dan sekolah serta guru diharapkan mampu mengelola dan mengembangkan dirinya sendiri sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing," katanya.Ia menambahkan, pemerintah juga telah menyelenggarakan penataran dan pelatihan bagi guru serta ujicoba terbatas tentang implementasi Kurikulum 2004 pada 132 SMA baik negeri maupun swasta yang menjangkau seluruh propinsi di Indonesia sejak tahun ajaran 2002/2003 hingga 2004/2005. Namun, karena kondisi masing-masing daerah, sekolah, dan kemampuan guru fisika bervariasi, sampai sekarang pelaksanaan pembelajaran fisika sebagaimana mestinya masih menghadapi banyak kendala.

fisika

fisika itu asyik loch............ masa sich????????????ga percaya datang aja ke UIN jakarta????? oke dech..........